Gerakan rakyat hari ini
seperti demonstrasi, berserikat berkumpul dan mengeluarkan pendapat adalah
sebuah warisan dari zaman pergerakan Indonesia zaman dahulu. Perjuangan dalam
mencari status hukum yang sederajat dengan bangsa-bangsa yang lain merupakan suatu ikhtiar dari
pendahulu negara ini. Dibagi-baginya status hukum warga Hindia Belanda di kala
penjajahan Belanda menimbulkan diskriminasi dalam kehidupan sosial di Hindia
Belanda kala itu.
Total Tayangan Halaman
Tampilkan postingan dengan label Surakarta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Surakarta. Tampilkan semua postingan
Rabu, 17 April 2013
Tjokroaminoto, Ratu Adil Pendiri Pergerakan Indonesia
Label:
Centre Sarekat Islam,
CSI,
Islam,
Kartosoewirjo,
Musso,
Peneleh,
Rekso Roemekso,
Samanhoedi,
Sarekat Dagang Islam,
Sarekat Islam,
Semaoen,
Soekarno,
Sosialisme,
Surabaya,
Surakarta,
Tjokroaminoto
Selasa, 05 Februari 2013
REORIENTASI PLATFORM GERAKAN HMI
“Bubarkan
HMI!” itulah statmen yang keluar dari
seorang Nurcholis Madjid beberapa tahun lalu. Dalam Milad HMI ke-50 pada tahun
1997, Cak Nur juga mengatakan 50 Tahun HMI bukan
Ulang Tahun Emas, tapi “besi karatan”. Hal itu muncul karena ketika itu HMI
terlalu dekat dengan pemerintahan Orde Baru dan aliansi HMI dengan Kelompok
Cipayung juga retak. Hal yang memicu pernyataan sinis terhadap HMI oleh
berbagai kalangan ketika perayaan Milad HMI yang ke-50. Lalu bagaimanakah HMI sekarang?
HMI yang sudah akan menginjak usia 66 tahun (berdasarkan penanggalan masehi)
dan telah menginjak usia 68 tahun (berdasarkan penanggalan hijriyah). Jika
melihat penanggalan hijriyah, HMI berdiri pada tanggal 14 Rabiul Awal dan
peringatan 68 tahun HMI tersebut bertepatan dengan tanggal 26 Januari 2013
penanggalan masehi.
Label:
Cak Nur,
HMI,
mahasiswa,
Milad,
Nabi Muhammad,
NDP,
platform,
reorientasi,
solver,
Surakarta,
Yakusa
Rabu, 14 November 2012
HAJI MISBACH “KIAI MERAH” KAUMAN YANG TERLUPAKAN
Sepuluh November, Peringatan Hari Pahlawan. Peringatan
tersebut adalah untuk mengenang jasa-jasa pahlawan Indonesia yang dengan semangat dan
kegigihannya rela berkorban demi satu kata yaitu Merdeka. Peringatan yang
sekiranya dapat kita jadikan refleksi atas keadaan Indonesia saat ini. Memperingati
mereka tidak sekedar mengenang jasa mereka, namun lebih dari itu semangat dan
kegigihan mereka dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsa patut menjadi tauladan
kita untuk menuju kearah Indonesia
yang sejahtera, adil, dan makmur. Pahlawan sejatinya adalah seorang yang dengan
keberaniannya serta pengorbanannya rela berkorban demi membela kebenaran dan
kepentingan rakyat, seorang pejuang yang gagah berani. Dahulu di jaman
kemerdekaan seorang yang disebut pahlawan adalah orang yang dengan
keberaniannya membela bangsanya dan berusaha merebut kemerdekaan dari tangan
para penjajah. Pahlawan-pahlawan Indonesia yang terkenal di jaman dahulu
seperti Pangeran Diponegoro, Cut Nyak Dien, Sultan Hasannudin, Tuanku Imam
Bonjol, dan masih banyak lagi adalah mereka-mereka yang berusaha dengan segenap
jiwa raganya mengusir penjajah dari bumi Indonesia. Perjuangan yang tak kenal
lelah tersebut senantiasa dilanjutkan hingga tercapainya kemerdekaan bagi
bangsa Indonesia .
Dengan diproklamirkannya kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945
oleh dua tokoh yang dipercaya oleh rakyat Indonesia kala itu untuk memimpin
Negara ini yaitu Soekarno-Hatta.
Langganan:
Postingan (Atom)


